Selasa, 03 Maret 2015

CACING ASCARIS - CACING PERUT



Ascaris lumbricoides (cacing Perut ) :


  • Panjang tubuh dapat mencapai 15-40 cm dengan diameter 2-3 mm.
  • Cacing jantan lebih kecil dibandingkan dg. betinanya dengan ujung ekor meleng kung sementara cacing betina lurus.
  • Tubuhnya ditutupi oleh kutikula yang tebal dan elastis dengan 4 buah garis memanjang yang terdapat di sepanjang tubuhnya (1 dorsal, 1 ventral, 2 lateral). 
 
  • Di bagian anterior terdapat mulut dengan 3 buah bibir (1 bibir dorsal dan 2 bibir ventrolateral) dan masing-masing bibir memiliki papilla.
  • Di bagian anterior terdapat mulut dengan 3 buah bibir (1 bibir dorsal dan 2 bibir ventrolateral) dan masing-masing bibir memiliki papilla
 
  •  Memiliki serabut-serabut otot longitudinal. Rongga di antara dinding tubuh dan alat pencernaan disebut pseudocolom.
  • Alat pencernaan komplit terdiri atas mulut, buccal cavity, faring, intestin, rectum, dan anus.
  • Alat ekskresi berupa sel sistem H dengan saluran utama yang lubangnya terbuka tepat di bawah mulut
  • Sistem saraf terdiri atas cincin saraf yang dihubungkan dengan 6 buah tali saraf (nerve cord) longitudinal, ke bagian anterior dan posterior serta tali-tali saraf transversa
  • Merupakan hewan berumah dua, fertilisasi internal
  • Respirasi à permukaan tubuh: obligat aerob atau fakultatif aerob
  • Ekskresi: sistem H 
  • Pencernaan makanan: Saprozoik dengan memakan zat yang terdapat pada intestin. Pencernaan ekstrasel, sisa pencernaan dikeluarkan melalui anus.·         
  •  Sistem saraf: Proses Stimulus – Respon: stimulus - sel sensoris -t.s trans - t.s long - cincin saraf - respon - t.s trans - t.s long - efektor. 
  • Reproduksi: Vegetatif: - Generatif: Persatuan antara gamet jantan dan gamet betina. 

  • Alat reproduksi jantan: testis, vas deferen, seminal vesicle, penis, lubang kelamin. ovarium, oviduct, seminal receptacle, vagina, lubang kelamin. Tidak memiliki bentuk larva. Alat reproduksi betina:  
 

Cacing Ascaris lumbricoides (Cacing perut ) ini tergolong dalam kelompok Cacing Gilig ( Nemathelminthes ) yang mempunyai ciri ciri
    1. Bilateral simetris, memiliki tiga lapisan sel dengan coelom (pseudocoelom), tubuhnya bulat memanjang, tidak memiliki appendage atau proboscis.
    2. Tubuh ditutupi oleh kutikula dan tidak bersilia.
    3. Alat pencernaan komplit dan permanen berupa saluran lurus dengan mulut di bagian anterior dan anus di daerah posterior.
    4. Dinding tubuh memiliki serabut otot longitudinal.
    5. Tidak memiliki rangka, sistem respirasi, dan sistem peredaran darah 
    6. Sistem ekskresi sederhana berupa sel Renette atau sistem H dengan lubang ekskresi yang terletak di bawah mulut. 
    7. Cincin saraf yang mengelilingi esophagus merupakan pusat sistem saraf, yang dihubungkan oleh 6 tali saraf longitudinal ke arah anterior dan posterior.
    8. Alat reproduksi jantan dan betina terpisah (berumah dua), jantan lebih kecil dibandingkan dengan betina, fertilisasi internal, telur memiliki pembungkus kitin, “larva” mengalami beberapa kali pergantian kulit (molt), tidak mengalami reproduksi aseksual. 

    Nemathelminthes memiliki rongga tubuh yang terbentuk ketika ektodermis membentuk mesodermis, tetapi belum memiliki mesenterium untuk menggantungkan visceral serta tidak memiliki lapisan otot yang mengelilingi saluran pencernaan (usus).


Infeksi yang sudah kelewatan di tubuh manusia 


Sabtu, 28 Februari 2015

EKSAMEN


Mengeluh

Kepada siapakah engkau mengeluh?
Kepangkuan siapa engkau menumpahkan airmata?
Pintu rumah siapa yang engkau ketuk untuk meminta tolong?
Kalau hari janji telah tiba untuk membayar utang, padahal beras di dapur pun sudah menipis.

Apakah engkau akan mengetuk rumah para artis dan bintang film yang uangnya berlebih dan credit card-nya bertumpuk-tumpuk?
Kalau untuk memperoleh pekerjaan dua hari lagi engkau dipaksa meski itu dilarang harus menyediakan ratusan ribu atau sekian juta rupiah uang terobosan: Apakah engkau akan bertamu ke rumah-rumah para eksekutif yang tinggal sekampung denganmu?
Kalau istrimu hendak melahirkan, apakah engkau bisa meminjam kendaraan tetanggamu yang rumahnya berpagar tinggi itu, atau bisakah engkau mencegat kendaraan-kendaaan pribadi yang kosong yang lalu-lalang di jalan umum?
Kalau nasibmu ditimpa kejutan  "rasionaliasi" alias di-PHK-kan, bisakah engkau lapor kepada Pak RT, Pak RW, Pak KAdus, Pak Kades atau para pamong lainnya yang merupakan pengayorn masyarakat?

Kalau dalam suatu kasus atau konflik di kantor engkau tercampakkan karena engkau tak memiliki kekuasaan, backing dan relasi akankah engkau menumpahkan airmata di kantor Polsek atau Koramil?
Kalau tanah-rumahmu dan tanah rumah teman-temanmu sekampung atau sekecamatn digusur tanpa ganti rugi yang memadai setidaknya karena disunat oleh oknum-oknum pelaksananya: ke manakah engkau akan lari?
Apakah ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah?
Kantor Cabang NU?

Kalau rasa cemburu memanggang dada-mu karena melihat tetangga begitu gampang berganti-ganti mode mobil. 
Kalau rasa jengkel menampar-nampar perasaanmu karena menyaksikan jumlah kendaraan pribadi memenuhi lebih dari lima puluh persen jalan-jalan di kotamu. 
Kalau rasa perih, sakit dendam, menikam jantung ruhanimu, karena rnenghayati perbedaan-perbedaan tingkat hidup yang mencolok, menghayati ketimpangan, kesenangan dan ketidakseimbangan.
Siapakah yang bersedia mendengarkan keluhanmu?
Pak Pendeta?
Pak Cendekiawan?
Pak Seniman?
Pak Ulama?
Pak Khatib di rumah ibadah yang kata-katanya justru harus engkau dengarkan?

Kalau hatimu bingung oleh kesumpegan ekonomi yang tak berhenti henti. 
Kalau perasaanmu gundah oleh berita berita ngrumpi di kantor yang memojokkanmu serta hidup yang bak lingkaran setan. 
Kalau jiwamu serasa akan berputus asa karena sedemikian sukarnya menempuh hidup yang benar. 
Kalau sukmamu rasanya mau copot karena himpitan-himpitan nasib yang tak tertahankan.

Ke mana dan kepada siapakah engkau rebahkan keletihamu?

Kepada minuman. keras Ciu, Mansion, Arak, Dry gin, Lintingan ganja, obat gedhek atau joget dangdut, atau mengasyiki ramalan angka-angka, menghirup rasa aman yang praktis dan instan melalui pengajian-pengajian akbar yang hanya menghibur sesaat ?

Emang adakah peluang, dan juga tidak dilarang, untuk mengemukakan isi hati kita seadanya dan sejujur-jujurnya kepada Pak Lurah, Pak Polisi, Pak Kiai, Pak Menteri, Pak Ilmuwan, Pak Wakil rakyat, Pak Profesional dan lain-lain?
Kalau mernang mungkin kapan dan di mana?

Bolehkah mendambakan bahwa Pak-pak itu pernah sesekali bertanya kepadamu tentang apakah hatimu sedang bersedih, apakah ada kesulitan dan problem yang tak bisa diatasi?

Kalau tidak, lantas kepada siapa engkau nengeluh? 

Siapa yang bersedia menjamin bahwa engkau dan anak istrimu tidak kelaparan? 
Siapa yang menemanimu membanting tulang menghabiskan waktu untuk sekadar mempertahankan penghidupan?
Siapa sahabatmu di dunia ini?
Siapa pemimpin yang santun dan memberimu rasa aman?
Allah menuntun mulut kita agar mengucapkan: "Innama asykubastsi wa huzni illalah."Aku keluhkan derita dan kesedihanku kepada Allah. 
Mati dan Hidupku ini aku serahkan dan pertahankan untuk selalu memujimu


Ad Maiorem De Gloriam